Friday, February 10, 2017

Tips Memilih Busi Motor Yang Baik, Bagus Dan Jenis Atau Tipe Busi.


Api dan suhu busi harus bisa mencegah pembakaran dini dan suhu busi juga dituntut tinggi supaya mencegah timbulnya kerak. beberapa produsen busi memproduksi beberapa tipe busi.
Sebelum memutuskan untuk mengganti busi motor, kita harus kenali lebih dulu jenis busi berikut ini:

Busi Standar
Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak tempuh busi standar sampai sekitar 20 ribu Km, ketika kondisi
pembakaran normal dan tak dipengaruhi oleh faktor lain macam oli mesin dan konsumsi BBM yang berlebihan efek peningkatan spek karbu. Busi ini bawaan motor setiap diluncurkan dari pabrikan.

Busi Platinum
Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm - 0,8 mm, jarak tempuh busi sekitar 30 ribu km. Busi ini favorit bikers penyuka touring karena kemampuannya.

Busi Iridium
Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm - 0,8 mm mm. Jarak tempuh busi sekitar 50 ribu sampai 70 ribu km. berumur lama cocok buat mesin motor besar diatas 150cc. Bisa dikatakan semi kompetisi, biasa diaplikasi buat mesin non standar.

Busi Racing
Busi yang tahan terhadap kompresi tinggi, serta temperatur mesin yang tinggi. Dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration.Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Jarak tempuh busi juga relatif pendek di 20 ribu - 30 ribu Km, untuk rpm tinggi diatas 6000 pada temperatur mesin yang tinggi.

Busi Resistor
Logo R dengan font miring banyak yang mengira artinya racing. sebenarnya R itu artinya resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer, indikator pada kendaraan yang memakainya, terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenis nya. Maka, busi ber-kode R pada busi mesti diingat, sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor. 

Tips Memilih Ban Motor Yang Tepat Untuk Harian


Memilih ban untuk sepeda motor memang terkesan mudah dan sepele. Pergi ke toko ban atau bengkel dan sekaligus memasangnya, urusan pun beres.

Namun, fakta yang tidak bisa dipungkiri membuktikan hal lain. Banyak pengguna sepeda motor yang mengaku hampir celaka karena motor yang ditungganginya terpelanting atau terpeleset saat direm.

Bahkan tidak sedikit pula yang mengaku motornya lebih boros bahan bakar sejak ganti ban baru. Itulah bukti bahwa memilih ban yang tidak tepat bisa berdampak pada kenyamanan, keamanan, serta ongkos yang harus dikeluarkan.

Menggunakan ban dengan spesifikasi yang tidak sesuai dengan karakter motor dan jalanan yang setiap hari dilalui tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan tetapi juga berbahaya karena memiliki potensi menimbulkan kecelakaan.

Karenanya, sebelum mengganti ban, sebaiknya memperhatikan beberapa aspek penunjang keamanan dan kenyamanan. Terlebih bila motor tersebut digunakan setiap hari alias motor harian. Apa saja itu?
  • 1. Pilih ban dengan permukaan telapak sedang
  • Bagi momoners yang ingin mengganti ban motor yang momoners pergunakan sehari-hari, sebaiknya memilih ban dengan jenis tapak menengah. Artinya, bukan ban dengan lebar telapak kecil seperti yang digunakan oleh anak-anak muda saat ini.

    Ban dengan telapak yang kecil memang tidak banyak menyedot tenaga dari mesin. Pasalnya, bidang yang bergesekan dengan permukaan jalan juga relatif sedikit. Alhasil, motor lebih irit bahan bakar.

    Ban tipe itu juga menjadikan motor lebih lincah bermanuver. Namun, karena telapak yang kecil motor dengan ban seperti itu gampang terpeleset, terpelanting, bahkan ban rentan pecah.

    Karenanya, gunakan ban dengan telapak berukuran sedang. Bila momoners kesulitan untuk menemukannya, lebih baik mengikuti standar dari pabrikan motor.

    Ban dengan telapak sedang selain tidak boros bahan bakar juga lebih stabil dan aman. Karakter seperti itu cocok untuk motor yang digunakan sehari-hari.
  • 2. Pilih jenis ban yang tepat: kering atau basah
  • Selama ini banyak momoners yang tidak menyadari atau tidak paham saat akan membeli ban di toko dan memasangnya di motor mereka. Padahal, pabrikan memproduksi dalam jenis ban yaitu basah atau kering.

    Melihat karakter iklim di Indonesia yang tropis dengan perbandingan musim hujan dan kering yang seimbang, sangat disarankan untuk menggunakan jenis ban basah. Pasalnya, ban jenis itu masih memiliki daya cengkram yang tinggi ketika hujan mengguyur bumi dan jalanan dipenuhi genangan air. Ban itu juga masih memiliki tingkat grip yang tinggi di lintasan kering. Ban ini cocok untuk motor harian yang digunakan di segala lintasan.

    Sebaliknya, ban jenis kering memiliki daya cengkeram yang kurang di saat melibas genangan air di waktu hujan. Akibatnya, motor rawan terpeleset atau tergelincir. Terlebih bila pengendara melakukan pengereman dengan tiba-tiba.

    Memang, ban jenis ban basah juga memiliki kekurangan yaitu kurang mencengkeram di lintasan kering. Namun, bila dibanding ban kering keunggulan ban basah masih lebih tinggi.
  • 3. Pilih motif atau profil ukiran ban yang tepat
  • Motif ukiran pada ban sangat berkaitan dengan kinerja ban saat melintasi berbagai karakter jalanan, baik basah maupun kering. Bagi momoners yang menggunakan motor untuk kegiatan harian, disarankan menggunakan ban dengan motif atau profil ukiran searah.

    Motif ukiran ban memang bermcam-macam. Namun, umumnya pabrikan mengukir ban produk mereka searah yaitu miring atau menyamping dengan sudut 45 derajat dari depan ke belakang.

    Hal itu dimaksudkan agar ban mampu menyingkirkan air ke samping dan permukaan ban tetap mampu mencengkeram permukaan jalan. Dengan demikian, motor tetap stabil dan pengendara tidak kehilangan kendali.

Hal lain yang patut momoners ingat adalah jangan menggunakan ban yang tidak sesuai dengan ukuran velg. Bahkan, bila ingin menggunakan velg atau ban yang berukuran lebih besar dari ukuran ban dan velg standar pabrik, sebaiknya tidak lebih dari dua inci. Sebab, umumnya produsen sepeda motor masih memberikan toleransi perubahan ukuran ban dan velg sebesar itu.